TAFSIR SURAH FATIHAH AYAT 1
AL FATIHAH AYAT 1
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ ﴿١
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Huruf alif dan lam dalam lafaz alhamdu menunjukkan makna yang mencakup segala macam pujian dan semua jenisnya hanya milik Allah. sebagaimana yang telah dinyatakan di dalam sebuah hadis:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ، وَلَكَ الْمُلْكُ كُلُّهُ، وَبِيَدِكَ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وَإِلَيْكَ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ" ۞ مسند أحمد ٬ مُسْنَدُ الْأَنْصَارِ ٬ حَدِيثُ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Ya Allah, hanya milikmulah segala puji, dan hanya milikmulah semua kerajaan, serta di tangan kekuasaanmulah semua kebaikan, dan hanya kepada Engkaulah kembali semua urusan
kalimat alhamdulillah adalah kalimat pujian/syukur yang Allah ridhai bila diucapkan
عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَا أُنْشِدُكَ مَحَامِدَ حَمِدْتُ بِهَا رَبِّي، تَبَارَكَ وَتَعَالَى؟ فَقَالَ: "أَمَا إِنَّ رَبَّكَ يُحِبُّ الْحَمْدَ" ۞ مسند أحمد ٬ مُسْنَدُ الْمَكِّيِّينَ ٬ حَدِيثُ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ
Dari Aswad ibnu Sari' yang menceritakan, "Aku pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, maukah engkau bila aku bacakan kepadamu pujian-pujian yang biasa kupanjatkan kepada Rabbku Yang Mahasuci dan Maha Tinggi.' Nabi ﷺ menjawab, 'Ingatlah, sesungguhnya Tuhanmu menyukai alhamdu (pujian)'."
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۞ سنن الترمذي ،أَبْوَابُ الدَّعَوَاتِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ٬ بَابٌ : مَا جَاءَ أَنَّ دَعْوَةَ الْمُسْلِمِ مُسْتَجَابَةٌ
Dzikir yang paling afdzal (utama) ialah, "Tidak ada Tuhan selain Allah," dan doa paling afdzal ialah, "Segala puji bagi Allah."
مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً فقال: الحمد الله إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَى أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ ۞ سنن ابن ماجه٬ كِتَابُ الْأَدَبِ ٬ بَابٌ : فَضْلُ الْحَامِدِينَ
Tidak sekali-kali Allah memberikan suatu nikmat kepada seorang hamba, lalu si hamba mengucapkan, 'Segala puji bagi Allah,' melainkan apa yang diberikan oleh Allah (pahala) lebih afdal daripada apa yang diterimanya.
maka dalam keadaan seperti apapun kita supaya selalu bersyukur kepada Allah karena mushibah atau nikmat yang Allah berikan pada kita pasti ada kebaikan didalamnya.
Seandainya dunia berikut semua isinya berada di tangan seorang lelaki kemudian dia mengucapkan, "Segala puji bagi Allah," niscaya kalimat alhamdulillah (yang telah dia ucapkan itu) jauh lebih afdzal daripada hal itu (dunia dan seisinya).
makna yang dimaksud dari hadis ini ialah "ilham yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk mengucapkan kalimat 'segala puji bagi Allah' benar-benar lebih banyak mengandung nikmat baginya daripada semua nikmat dunia". Dikatakan demikian karena pahala memuji Allah bersifat kekal, sedangkan nikmat dunia pasti lenyap dan tidak akan kekal. Allah telah berfirman:
الْمالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَياةِ الدُّنْيا وَالْباقِياتُ الصَّالِحاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَواباً وَخَيْرٌ أَمَلًا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al-Kahfi: 46)
Di dalam kitab Sunan Ibnu Majah disebutkan melalui Ibnu Umar bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bercerita kepada mereka (para sahabat):
أَنَّ عَبْدًا مِنْ عِبَادِ اللَّهِ قَالَ: يَا رَبِّ، لَكَ الْحَمْدُ كما ينبغي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ، فَعَضَلَتْ بِالْمَلَكَيْنِ فَلَمْ يَدْرِيَا كَيْفَ
يَكْتُبَانِهَا، فَصَعَدَا إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَا يَا رَبِّ، إِنَّ عَبْدًا قَدْ قَالَ مَقَالَةً لَا نَدْرِي كَيْفَ نَكْتُبُهَا، قَالَ اللَّهُ -وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا قَالَ عَبْدُهُ-: مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟ قَالَا يَا رَبِّ إِنَّهُ قَدْ قَالَ: يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. فَقَالَ اللَّهُ لَهُمَا: اكْتُبَاهَا كَمَا قَالَ عَبْدِي حَتَّى يَلْقَانِي فَأَجْزِيَهُ بِهَا
Bahwa ada seorang hamba Allah mengucapkan doa, "Wahai Tuhanku, bagi Engkau segala puji sebagaimana yang layak bagi keagungan dzatMu dan kebesaran kekuasaanMu." Maka kedua malaikatnya merasa kesulitan, keduanya tidak mengetahui bagaimana mencatat (pahala)nya, lalu keduanya naik melapor kepada Allah dan berkata, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan suatu kalimat (doa) yang kami tidak mengetahui bagaimana mencatatnya. Allah berfirman Dia Maha Mengetahui apa yang diucapkan oleh hambaNya itu, "Apakah yang telah diucapkan oleh hambaku itu?" Keduanya menjawab, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya dia telah mengatakan, 'Bagi Engkau segala puji, wahai Tuhanku, sebagaimana yang layak bagi keagungan dzatMu dan kebesaran kekuasaanMu." Lalu Allah berfirman kepada kedua malaikat itu, "Catatlah olehmu berdua seperti apa yang diucapkan oleh hambaKu hingga dia bersua denganKu, maka Aku akan membalas pahalanya secara langsung."
Komentar
Posting Komentar