TAFSIR SURAH AL-BAQARAH AYAT 7
TAFSIR SURAH AL-BAQARAH AYAT 7
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۞ سورة البقرة ٧
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Persamaan ayat
وَخَتَمَ عَلى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلى بَصَرِهِ غِشاوَةً ۞ سورة الجاثية ٢٣
Dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutup atas penglihatannya.
Makna ayat diatas adalah "setan telah menguasai mereka, mengingat mereka taat kepada keinginan setan, maka Allah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka terdapat penutup. Mereka tidak dapat melihat jalan hidayah, tidak dapat mendengarnya, tidak dapat memahaminya, dan tidak dapat memikirkannya".
Adanya hati, pendengaran dan penglihatan mereka ditutup karena mereka menolak kebenaran, sebagaimana firman Allah :
فَلَمَّا زاغُوا أَزاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۞ سورة الصف ٥
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.
وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصارَهُمْ كَما لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيانِهِمْ يَعْمَهُونَ ۞ سورة الأنعم ١١٠
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.
Masih banyak ayat serupa lainnya yang menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah mengunci mati hati orang-orang kafir dan menghalang-halangi antara mereka dan hidayah, hanyalah sebagai balasan yang setimpal atas perbuatan mereka yang terus-menerus tenggelam di dalam kebatalan dan mereka tidak mau mengikuti perkara yang benar (QHJ). Hal ini merupakan keadilan dari Allah.
Allah menyifati diriNya berlaku mengunci mati hati orang-orang kafir sebagai balasan yang setimpal atas kekufuran mereka, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:
بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْها بِكُفْرِهِمْ ۞ سورة النساء ١٥٥
Sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya.
قَالَ حُذَيْفَةُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : " تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدَ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا ، لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ ". ۞ رواه مسلم ، كِتَابٌ : الْإِيمَانُ ، بَابٌ : الْإِسْلَامُ بَدَأَ غَرِيبًا ، رقم ١٤٤
Hudhoifah berkata, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : Berbagai macam fitnah (dosa) ditampilkan pada hati bagaikan tikar yang dianyam sehelai demi sehelai. Hati siapa yang melakukannya, maka dosa itu membuat suatu noda hitam padanya (hati); dan hati siapa yang mengingkarinya (mengingkari perbuatan dosa), maka terukirlah padanya suatu sepuhan yang putih. Hingga hati manusia itu ada dua macam, yaitu ada yang putih semisal warna yang jernih; hati yang ini tidak akan tertimpa bahaya oleh suatu dosa pun selagi masih ada langit dan bumi. Sedangkan hati yang lainnya tampak hitam kelam seperti tembikar yang hangus terbakar, ia tidak mengenal perkara yang ma'ruf dan tidak ingkar terhadap perkara yang mungkar... hingga akhir hadist
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتة سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ ونزعَ وَاسْتَعْتَبَ صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} ۞ رواه ابن ماجه ، كِتَابُ الزُّهْدِ ، بَابٌ : ذِكْرُ الذُّنُوبِ ، رقم ٤٢٤٤
Sesungguhnya orang iman itu apabila berbuat suatu dosa, maka hal itu merupakan noda hitam pada hatinya. Tetapi jika dia bertobat dan kapok serta menyesali, maka tersepuhlah hatinya (menjadi bersih kembali). Tetapi apabila dosanya bertambah, maka bertambah pulalah noda hitam itu hingga (lama-kelamaan) menutupi hatinya, yang demikian itulah yang dimaksudkan dengan istilah ar-ran di dalam firman-Nya, "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan (dosa) itu menutupi hati mereka." (Al-Muthaffifin: 14)
Dosa-dosa itu apabila berturut-turut membuat noda hitam pada hati maka akan menutup hati. Apabila telah tertutup, maka saat itulah dilakukan penguncian oleh Allah Swt. Setelah itu tidak ada jalan bagi iman untuk menembusnya dan tiada jalan keluar bagi kekufuran untuk meninggalkannya."
Pengertian inilah yang dimaksud oleh istilah penguncian yang dinyatakan di dalam firman Allah :
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۞ سورة البقرة ٧
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka...
Pengertian ini diserupakan dengan penguncian hal yang dapat diinderawi dengan mata, maksudnya diserupakan dengan wadah dan botol yang tidak dapat diambil isinya kecuali dengan membuka dan memutar tutupnya. Dengan kata lain, demikian pula iman; tidak dapat sampai ke dalam hatinya orang-orang yang disifati oleh Allah Swt. hati dan pendengaran mereka telah dikunci mati, kecuali (bisanya iman masuk kedalam hati mereka) setelah Allah membuka dan melepaskan penutup yang menguncinya.
Komentar
Posting Komentar